Senin, 18 April 2011

AE SIM membara

AE SIM (agricultural Enginering Leadership and Management Training)

Agenda AE sim yang merupakan agenda pengkaderan terbesar PERMATEP dengan tema "Tingkatkan Kemampuan Diri dan Kebersamaan Mahasiswa TEP Melalui PERMATEP", AE SIM merupakan agenda yang berisi tentang bagaimana menjadi pemimpin masa depan dan menjadi pemimpin yang mampu memanage sebuah organisasi.
agenda AE SIM berlangsung dua hari
1. hari pertama merupakan hari penyampaian Materi Ruang
materi pertama diisi oleh DR.Ir.Tamaludin Syam,M.S. pembantu dekan III Fakultas Pertanian Unila yang mengisi materi tentang manajemen waktu.

penyampaian materi
2. Materi kedua diisi oleh Daniel Endarto, Wakil Presiden KBM Unila yang mengisi materi tentang Leadership di lingkungan kampus
 
suasana materi kedua
3. Materi ketiga merupakan materi tentang kepermatepan yang di isi oleh Ketua Umum Permatep saudara Rahmat Ibnu Mas'ud
penyerahan plakat olek kadep PSDM ke Ketua Umum Permatep
sedangkan agenda terakhir di hari pertama adalah Motivasi sekaligus pelantikan anggota muda menjadi anggota biasa, di acara terakhir ini banyak mahasiswa TEP 2010 yang begitu bersemangat dan gembira mengikuti agenda AE SIM.
suasana diskusi peserta
peserta  serius memperhatikan materi
ketua jurusan TEP Unila
AE SIM yang diadakan pada tanggal 26 Maret 2011 bertempat di Balai Bahasa Universitas Lampung dihadiri 44 orang mahasiswa angkatan 2010 yang merupakan anggota muda Permatep.
agenda ini dibuka oleh Ketua Jurusan Teknik Pertanian Dr.Ir.Sugeng Tryono,M.Sc
Agenda AE SIM dilanjutkan dengan sharing dan diskusi mahasiswa TEP yang diadakan di Pantai Selaki Lampung Selatan, disana mahasiswa TEP bersama-sama membakr ikan dengan tujuan mempererat kebersamaan antar mahasiswa TEP.
suasana makan bersama
pelantikan angota muda

Sabtu, 19 Maret 2011

AE SIM

Tepar maskot Permatep
Kebutuhan akan penerus di rasa sangat perlu oleh sebuah organisasi terutama Permatep yang baru seumur jagung menyiapkan kader-kader peneruspun bukan lah hal yang mudah ini terbukti dengan banyaknya halangan saat akan diadakanya AE SIM (agriculture enginering leadership and management training).
tapi ini semua bukan berarti kita menyerah karena hambatan itu bisa menjadi sebuah pemicu semangat kita untuk terus menorehkan sejarah indah sebelum meninggalkan jurusan ini.
semangat Permatep

dinamika kehidupan beroganisasipun sangat ditentukan oleh bagaimana organisasi tersebut mampu menyiapkan kader-kader tangguh dan berakhlak, apalah arti sebuah agenda keilmuan yang besar ketika di dalamnya tidak terdapat rasa tanggung jawab dan rasa memiliki, kita sering mendahulukan sebuah agenda tanpa melihat kapasitas dan loyalitas anggota

untuk itu lah dengan dilatar belakangi masalah masalah di atas kami kira perlu adanya pola pembinaan di Permatep dan AE SIM adalah salah satu pola tersebut,
untuk itu kami mengharapkan teman-teman untuk bisa bekerja sama menyukseskan AE SIM pada tanggal 26 Maret 2011 karena AE SIM adalah awal dari agenda terbesar kita, untuk adik-adik panitia 2009 semangat karena kalian adalah panitia pertama yang akan menyukseskan agenda terbesar pembinaan PSDM.

TEKTAN JAYA
PERMATEP BISA




                                                                                                                         PSDM PERMATEP

Senin, 07 Maret 2011

DELEGASI IMATETANI

Berfoto di gerbang Unand
Imatetani (Ikatan Mahasiswa Teknik Pertaniaan Indonesia) yang merupakan bagian dari teknik pertanian yang membawahi himpunan mahasiswa yang berada diseluruh Indonesia merasa perlu regenerasi kepengurusan demi terciptanya organisasi yang sehat dan bisa menunjukan tajinya
untuk itu Permatep Unila yang merupakan bagian dari Imatetani mengirimkan delegasinya untuk mengikuti kongres yang diadakan di Universitas Andalas tanggal 23 sampai dengan 28 februari 2011, kegiatan kongres yang dihadiri 12 universitas antara lain Unsyah, USU, Unand, Unsri, Unila, IPB, UGM, Instiper Yogyakarta, Unsoed,Unej, Unibraw dan Udayana berlangsung sangat alot hingga terpilihnya Taufik Fadilah sebagai ketua umum Imatetani.
dengan membawa misi yang besar para delegasi Permatep Unila mengikuti semua rangkaian agenda kongres dimulai dari seminar nasional sampai dengan fieldtrip.
harapan yang besar berada dipundak kepengurusan Imatetani semoga dapat membawa teknik pertanian menjadi tetap jaya.
Tektan jaya Permatep bisa

Peserta Kongres Imatetani
Para delegasi Unila
Seminar Nasional
Peserta Imatetani kali ini adalah peserta terbanyak selama kongres sampai dengan kongres ke V yang diadakan di Universitas Andalas

Rabu, 16 Februari 2011

Sejarah Permatep

SEJARAH TERBENTUKNYA PERHIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK PERTANIAN
Pelantikan kepengurusan
Kebutuhan akan organisasi sangatlah tinggi melihat kondisi mahasiswa yang semakin apatis dan tidak peduli dengan keadaan sekitar seperti yang terjadi pada zaman sekarang, teknik pertanian yang merupakan salah satu jurusan tertua di Universitas Lampung dan memiliki mahasiswa yang cukup banyak memandang perlu untuk membentuk sebuah organisasi keprofesian yang legal guna mendayagunakan SDM mahasiswa teknik pertaniaan,
Sebelum terbentuknya Permatep teknik pertaniaan sudah lebih dulu memiliki himpunan mahasiswa yaitu HIMATEKTAN tapi seiring berjalannya dinamika kehidupan mahasiswa di teknik pertaniaan dan perlunya revitalisasi kemahasiswaan maka pada tanggal 27 November 2010 sekelompok mahasiswa yang peduli akan jurusan mengundang seluruh mahasiswa tep untuk menghadiri rapat umum seluruh civitas akademik tep turut hadir Dekan Fakultas Pertaniaan Prof.Dr.Ir.Wan Abbas Zakaria.M.S. pembantu dekan II Prof.Dr.I.Irwan Sukri Banuwa.M.Si.
Suasasana rapat umum yang penuh dinamika dan konflik akhirnya selesai sebelum luhur dengan kesimpulan terpilihnya saudara Rahmat Ibnu Mas’ud sebagai ketua himpro dan disetujuinya dibentuknya organisasi kemahasiswaan tingkat jurusan yang sesuai dengan KEMENDIKNAS dan Statuta Universitas Lampung. Disinilah awal kerja keras tim pormatur dalam membentuk Permatep selama 1 bulan menyusun kelengkapan organisasi,AD ART,GBHPKO dll akhirnya kepengurusan pertama Permatep terbentuk dan dilantik pada tanggal 25 Desember 2010 yang langsung disaksikan LK-LK di lingkungan FP dan Pembantu Dekan III  Dr.Ir.tammaludin Syam,M.Si.
Demi keberhasilan revitalisasi kehidupan berorganisasi di tep, Permatep membentuk lima Departemen
1.      Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia
2.      Departeman Penelitian dan Pengembangan
3.      Departeman Pengabdiaan Masyarakat
4.      Departemen Keprofesiaan
5.      Departeman Dana Usaha
Untuk mempertegas peran Permatep, Permatep mengadakan kerjasama dengan jurusan Teknik Pertanian dalam kegiatan organisasi, kuliah dan dalam segala hal yang menyangkut kebaikan Jurusan pada umumnya dan mahasiswa Tep pada khususnya.


                                                                                         Departeman PSDM
PERMATEP


  

Sabtu, 12 Februari 2011

KEGIATAN UP-GRADING MAHASISWA TEP ANGKATAN 2009 DAN 2010

SALAM PERMATEP.
TEKTAN JAYA,,,, PERMATEP BISA....

             Up-Grading Mahasiswa TEP dan Launching BBT (Bengkel Belajar TEP)

penyerahan plakat oleh ketum permatep
Kekuatan sebuah organisasi sangat tergantung dengan kualitas kader sebuah organisasi tersebut di perguruan tinggi terutama di Unila kebutuhan akan kader tangguh sebuah organisasi sangat sulit karena rata-rata mahasiswa bersifat apatis dengan sebuah kata organisasi.
dengan latar belakang kebutuhan akan kader militan juga sebuah organisasi sang di tuntut untuk bisa mengembangkan sumber daya manusia sehingga organisasi tersebut dapat beradaptasi dengan perubahan dinamika kampus.

materi 2 oleh  Inu Fauzan
Untuk itu lah Permatep melalui departemen PSDM sebagai organisasi kader melakukan sebuah training yang di beri nama UP GRADING MAHASISWA TEP dengan mengangkat tema "Bergerak Menuju Permatep Mandiri" yang di adakan  di gedung C fakultas Pertanian Universitas Lampung pada tanggal 12 februari 2011.
Adapun materi yang yang disampaikan adalah :

1. manajemen Keorganisasian (Wahyu Irawan n Arif andika Putra)
2. manajemen kesekretariatan (Inu Fauzan)
3. Motivasi Berorganisasi (Warji.S.T.P,M.Si)
suasana up grading

peserta up grading
Alhamdulilah  agenda ini dihadiri 75 peserta dari angkatan 2009 dan 2010, semoga dengan acara-acara bertipe seperti ini sikap apatis mahasiswa TEP bisa dikurangi dan menghasilkan kader-kader yang tangguh, selain itu cara ini dibarengkan dengan launching BBT (bengkel belajar TEP) yang dikhususkan untuk mahasiswa 2010 dengan tujuan sarana pembinaan akademik maupun  ke Permatep an.

Sabtu, 05 Februari 2011

PENYULUHAN DAN PEMBUATAN INSTALASI BIOGAS

PERMATEP, Sosialisasi Pemanfaatan Biogas ke Desa.
 
Pemanfaatan kotoran ternak (sapi/lembu) ditingkat masyarakat desa masih digunakan sebatas untuk pupuk saja. Dengan mengusung tema "Optimalisasi Penggunaan Biogas sebagai Bio-Energy alternatif di Provinsi Lampung", Perhimpunan Mahasiswa teknik Pertanian (PERMATEP) melalui Departemen Keprofesian dan Departemen Pengabdian Masyarakat bekerjasama dengan IMATETANI (Ikatan Mahasiswa Teknik Petanian Indonesia) melakukan Penyuluhan dan Pembuatan Instalasi Biogas di desa Bogorejo, Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran pada hari Sabtu, 05 Februari 2011.

Ini merupakan salah satu upaya memperkenalkan Energy Alternatif dari pemanfaatan kotoran ternak (sapi/lembu) kepada masyarakat.












Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh proses fermentasi dari bahan-bahan organik, termasuk kotoran manusia dan hewan, limbah rumah tangga, dan sampah-sampah organik secara anaerobik. Biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar dan juga dapat menghasilkan listrik. Ada beberapa alasan mengapa biogas merupakan bahan bakar alternatif terbaik, di antaranya biogas memproduksi bahan bakar ramah lingkungan, biogas memiliki kandungan energi dalam jumlah yang besar, dan limbah biogas dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.
Biogas menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan. Biogas terbuat dari bahan-bahan alami, seperti kotoran manusia dan hewan, serta limbah-limbah organik lain. Karbon dalam biogas merupakan karbon yang diambil dari atmosfer oleh fotosintesis tanaman, sehingga bila dilepaskan lagi ke atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon di atmosfer bila dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Biogas juga tidak menghasilkan limbah yang bisa mencemari lingkungan. Gas metana dalam biogas bisa terbakar sempurna. Sebaliknya, gas metana dalam bahan bakar fosil tidak bisa terbakar sempurna dan akan membahayakan lingkungan. Seperti kita ketahui, metana termasuk dalam gas-gas rumah kaca yang bisa menyebabkan pemanasan global (global warming). Sehingga penggunaan biogas bisa mencegah resiko terjadinya global warming.
Biogas memiliki kandungan energi tinggi yang tidak kalah dari kandungan energi dalam bahan bakar fosil. Nilai kalori dari 1 m3 biogas sekitar 6000 watt jam, setara dengan setengah liter minyak diesel. Oleh karena itu biogas sangat cocok menggantikan minyak tanah, LPG, butana, batu bara, dan bahan bakar fosil lainnya. Biogas mengandung 75% metana. Semakin tinggi kandungan metana dalam bahan bakar, semakin besar kalor yang dihasilkan. Oleh karena itu, biogas juga memiliki karakteristik yang sama dengan gas alam. Sehingga jika biogas diolah dengan benar, biogas bisa digunakan untuk menggantikan gas alam. Dengan demikian jumlah gas alam bisa dihemat.
Limbah biogas dapat digunakan sebagai pupuk. Limbah biogas, yaitu kotoran ternak yang telah hilang gasnya (slurry) merupakan pupuk organik yang sangat kaya akan unsure-unsur yang sangat dibutuhkan tanaman. Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein, selulose, dan lignin tidak bisa digantikan oleh pupuk kimia. Dengan demikian kita juga bisa mengurangi anggaran untuk membeli pupuk.
Dari alasan-alasan dapat disimpulkan bahwa biogas adalah bahan bakar alternatif terbaik, khususnya untuk masyarakat pedesaan yang memiliki peternakan. Kami berharap setelah teman-teman membaca artikel ini, teman-teman bisa mulai menggunakan teknologi biogas sebagai sumber energi alternatif di daerah masing-masing.

Senin, 31 Januari 2011

Perancanaan PSDM

PENGERTIAN PERENCANAAN SDM
Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya. Andrew E. Sikula (1981;145) mengemukakan bahwa: “Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berinteraksi dengan rencana organisasi”. George Milkovich dan Paul C. Nystrom (Dale Yoder, 1981:173) mendefinisikan bahwa: “Perencanaan tenaga kerja adalah proses peramalan, pengembangan, pengimplementasian dan pengontrolan yang menjamin perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawai secara benar, waktu yang tepat, yang secara otomatis lebih bermanfaat”.
Perencanaan SDM merupakan proses analisis dan identifikasi tersedianya kebutuhan akan sumber daya manusia sehingga organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya.
1. Kepentingan Perencanaan SDM
Ada tiga kepentingan dalam perencanaan sumber daya manusia (SDM), yaitu:
Kepentingan Individu.
Kepentingan Organisasi.
Kepentingan Nasional.

2. Komponen-komponen Perencanaan SDM
Terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam perencanaan SDM, yaitu:

Tujuan
Perencanaan SDM harus mempunyai tujuan yang berdasarkan kepentingan individu, organisasi dan kepentingan nasional. Tujuan perencanaan SDM adalah menghubungkan SDM yang ada untuk kebutuhan perusahaan pada masa yang akan datang untuk menghindari mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
Perencanaan OrganisasiPerencanaan Organisasi merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mengadakan perubahan yang positif bagi perkembangan organisasi. Peramalan SDM dipengaruhi secara drastis oleh tingkat produksi. Tingkat produksi dari perusahaan penyedia (suplier) maupun pesaing dapat juga berpengaruh. Meramalkan SDM, perlu memperhitungkan perubahan teknologi, kondisi permintaan dan penawaran, dan perencanaan karir. Kesimpulannya, PSDM memberikan petunjuk masa depan, menentukan dimana tenaga kerja diperoleh, kapan tenaga kerja dibutuhkan, dan pelatihan dan pengembangan jenis apa yang harus dimiliki tenaga kerja. Melalui rencana suksesi, jenjang karier tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan perorangan yang konsisten dengan kebutuhan suatu organisasi. Syarat – syarat perencanaan SDM
a. Harus mengetahui secara jelas masalah yang akan direncanakannya.
b. Harus mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM.
c. Harus mempunyai pengalaman luas tentang job analysis, organisasi dan situasi persediaan SDM.
d. Harus mampu membaca situasi SDM masa kini dan masa mendatang.
e. Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan.
f. Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan perburuhan pemerintah.

3. Proses perencanaan SDM
Strategi SDM adalah alat yang digunakan untuk membantu organisasi untuk mengantisipasi dan mengatur penawaran dan permintaan SDM. Strategi SDM ini memberikan arah secara keseluruhan mengenai bagaimana kegiatan SDM akan dikembangkan dan dikelola. Pengembangan rencana SDM merupakan rencana jangka panjang. Contohnya, dalam perencanaan SDM suatu organisasi harus mempertimbangkan alokasi orang-orang pada tugasnya untuk jangka panjang tidak hanya enam bulan kedepan atau hanya untuk tahun kedepan. Alokasi ini membutuhkan pengetahuan untuk dapat meramal kemungkinan apa yang akan terjadi kelak seperti perluasan, pengurangan pengoperasian, dan perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi organisasi tersebut. Prosedur perencanaan SDM Menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM yang dibutuhkan. Mengumpulkan data dan informasi tentang SDM. Mengelompokkan data dan informasi serta menganalisisnya. Menetapkan beberapa alternative. Memilih yang terbaik dari alternative yang ada menjadi rencana. Menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk direalisasikan.
Metode PSDM ,dikenal atas metode nonilmiah dan metode ilmiah. Metode nonilmiah diartikan bahwa perencanaan SDM hanya didasarkan atas pengalaman, imajinasi, dan perkiraan-perkiraan dari perencanaanya saja. Rencana SDM semacam ini risikonya cukup besar, misalnya kualitas dan kuantitas tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Akibatnya timbul mismanajemen dan pemborosan yang merugikan perusahaan. Metode ilmiah diartikan bahwa PSDM dilakukan berdasarkan atas hasil analisis dari data, informasi, dan peramalan (forecasting) dari perencananya. Rencana SDM semacam ini risikonya relative kecil karena segala sesuatunya telah diperhitungkan terlebih dahulu.

4. Pengevaluasian Rencana SDM
Jika perencanaan SDM dilakukan dengan baik, akan diperoleh keuntungan-keuntungan sebagai berikut: Manajemen puncak memiliki pandangan yang lebih baik terhadap dimensi SDM atau terhadap keputusan-keputusan bisnisnya.Biaya SDM menjadi lebih kecil karena manajemen dapat mengantisipasi ketidakseimbangan sebelum terjadi hal-hal yang dibayangkan sebelumnya yang lebih besar biayanya.
Tersedianya lebih banyak waktu untuk menempatkan yang berbakat karena kebutuhan dapat diantisipasi dan diketahui sebelum jumlah tenaga kerja yang sebenarnya dibutuhkan.Adanya kesempatan yang lebih baik untuk melibatkan wanita dan golongan minoritas didalam rencana masa yang akan datang.
Pengembangan para manajer dapat dilaksanakan dengan lebih baik.


Perencanaan SDM dengan metode Lean Six Sigma
Konsep Dasar Lean Six Sigma
Lean Six Sigma yang merupakan kombinasi antara Lean dan Six Sigma dapat didefinisikan sebagai suatu filosofi bisnis, pendekatan sistemis dan sistematis:
• untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan (waste) atau aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah (non-value-added activities);
• melalui peningkatan terus-menerus radikal (radical continuous improve¬ment) untuk mencapai tingkat kinerja enam sigma (kapabilitas proses 6-sigma),
• dengan cara mengalirkan produk (material, work-in-process, ^output) dan informasi menggunakan sistem tarik (pull system) dari pelanggan internal dan eksternal,
• untuk mengejar keunggulan dan kesempurnaan hanya dengan mem¬produksi 3,4 cacat untuk setiap satu juta kesempatan atau operasi (3,4 DPMO).


Dengan melihat konsep dasar Lean Six Sigma dia atas dimana prinsip dasarnya adalah bagaimana menghilangkan pemborosan, melakukan peningkatan terus menerus, mengejar keunggulan dan meminimalisir variasi (kesalahan) maka untuk meningkatkan kinerja SDM yang perlu dilakukan adalah hal-hal sebagai berikut :
1. Melakukan Pendataan dan Menghitung SDM yang Dibutuhkan
Hal yang pertama harus dilakukan adalah dengan melakukan pendataan SDM yang ada berdasarkan jenis dan tingkat Pendidikan, kepangkatan, Jenis Kelamin, kemudian menghitung kebutuhan SDM yang diperlukan berdasarkan struktur organisasi dan Tupoksi yang ada, sehingga SDM yang terdapat di Bappeda benar-benar berfungsi sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing dan tidak ada Pemborosan SDM, yaitu dalam hal ini SDM yang tidak mempunyai pekerjaan, karena setiap SDM sudah dihitung sesuai dengan kebutuhan dari organisasi, jadi tidak SDM yang tidak bekerja. Kemudian menggunakan inventarisasi ini untuk menentukan kebutuhan jangka panjang untuk perekrutan, penyeleksian dan pengembangan sumber daya manusia. Juga informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan kemampuan tambahan yang diperlukan tenaga kerja masa mendatang yang mungkin belum diperlukan pada saat ini.
2. Penilaian Internal Terhadap Ketenagakerjaan Organisasi
Bagian dari perencanaan sumber daya manusia adalah menganalisis pekerjaan yang perlu dilakukan dan keahlian yang terdapat pada seseorang untuk melakukan suatu tugas. Kebutuhan organisasi harus di bandingkan dengan penyediaan tenaga kerja yang ada. Tidak hanya sekedar menghitung jumlah karyawan. Harus dilakukan audit tenaga kerja yang sudah ada untuk mengetahui kemampuan pekerja yang ada.
Informasi ini menjadi dasar estimasi tentatif mengenai lowongan-lowongan yang dapat diisi oleh karyawan yang ada. Penugasan tentatif ini biasanya dicatat di”Replacement Chart”. Chart ini merupakan representasi visual menyangkut SIAPA yang akan menggantikan SIAPA jika terjadi pergantian. Namun karena informasinya yang terbatas maka perlu juga dilengkapi dengan “Replacement Summaries”.
Mempertimbangkan karyawan-karyawan yang sudah ada untuk lowongan di masa yang akan datang adalah penting jika karyawan diproyeksikan memiliki karir yang panjang. Audit and Replacement Chart juga penting bagi HRD. Dengan pengetahuan akan karyawan yang lebih banyak, HRD dapat merencanakan recruiting, training, dan career planning secara lebih efektif. Pengetahuan ini juga dapat membantu HRD untuk memenuhi AAP dengan mengidentifikasi calon-calon minoritas interen untuk lowongan-lowongan tertentu. Berikut adalah pertanyaan yang di berikan selama penilaian internal:
1. Pekerjaan apa yang ada pada saat ini ?
2. Berapa banyak orang yang mengerjakan setiap tugas ?
3. Apa hubungan laporan di antara tugas-tugas tersebut ?
4. Berapa pentingnya masing-masing tugas tersebut ?
5. Pekerjaan manakah yang membutuhkan penerapan strategi organisasi ?
6. Apa saja karakteristik dari pekerjaan yang di harapkan ?

3. Melakukan Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan SDM
Setelah melakukan pendataan dan kebutuhan SDM, kemudian melakukan Audit atau penilaian internal SDM yang ada, maka dalam rangka meningkatkan kemampuan SDM secara individu maupun kelompok dalam organisasi, perlu dilakukan Pendidikan dan Pelatihan, yang tentunya pendidikan dan pelatihan SDM yang dilakukan adalah harus sesuai dengan kebutuhan organisasi dalam meningkatkan kualitas SDM nya, misalnya banyak SDM yang tidak atau kurang memahami tentang Perencanaan dan penganggaran, maka pendidikan yang perlu dilakukan adalah penddikan tentang Perencanaan dan penganggaran.

Diharapkan dengan melakukan perencanaan SDM melalui metode Lean Six Sigma, kedepannya penggunaan SDM tidak terdapat pemborosan, yaitu kondisi dimana SDM terlalu banyak tetapi tidak mempunyai kejelasan kerja. SDM yang ada adalah SDM yang memang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan memiliki kompetensi yang baik sehingga kinerja organisasi dapat berjalan dengan baik, karena memiliki SDM yang berkualitas.

Teddy
Kepala Departemen PSDM Permatep